Pages

Tampilkan postingan dengan label ilmu pegetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu pegetahuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

Para Ilmuwan Ciptakan Monyet Chimeric

Para Ilmuwan Ciptakan Monyet Chimeric  

Para peneliti dari Pusat Penelitian Primata Nasional Oregon di Oregon Health and Science University, Amerika Serikat, berhasil menciptakan monyet rhesus chimeric yang bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti tikus yang selama ini digunakan dalam berbagai penelitian biologi. Bagaimana cara mereka menciptakan monyet chimeric?

Para peneliti pertama kali mencoba menciptakan monyet chimeric --monyet yang memiliki sel dengan genom berbeda-- menggunakan metode yang sama untuk tikus chimeric. Dalam metode ini, sel-sel punca embrionik disuntikkan ke dalam embrio inang setelah sebelumnya dibudidayakan selama beberapa dekade.

Sel-sel punca akan bercampur dengan sel-sel embrio inang untuk menghasilkan jaringan dan organ, lalu berkembang menjadi keturunan. Ketika keturunan ini dikawinkan, keturunan baru memiliki sel-sel yang berasal dari sel punca implan.

"Jika Anda memetik dua sel dari tubuh tikus chimeric, Anda bisa mendapatkan dua genom berbeda. Sel tersebut berisi satu set lengkap kromosom dan informasi genetik," kata Shoukhrat Mitalipov, salah satu peneliti di Oregon Health and Science University.

Tetapi metode untuk menciptakan tikus chimeric pada awalnya gagal diterapkan pada monyet rhesus. Pada monyet rhesus, keturunannya memiliki sel-sel hanya dari embrio inang. "Sayangnya itu tidak berhasil," kata Mitalipov seperti dikutip LiveScience dalam sebuah wawancara telepon.

Menurut Mitalitov, keturunan monyet rhesus chimeric tidak menunjukkan kontribusi dari sel punca embrio inang. "Sel-sel punca tampaknya tersesat di suatu tempat," katanya.

Para peneliti menduga bahwa proses budidaya entah bagaimana telah mengubah sel-sel punca embrionik. Mereka pun memilih mengembalikan sel-sel punca dari massa sel bagian dalam embrio, daripada mengambil dari pendingin usai dibudidayakan. 

Tanpa dibudidayakan ulang, para peneliti langsung menyuntikkan sel punca ke dalam embrio inang. Namun, alih-alih menghasilkan satu ekor bayi monyet chimeric, metode itu justru mengakibatkan terbentuknya dua janin terpisah, bayi kembar monyet.

Akhirnya, setelah beberapa kegagalan, para peneliti menemukan metode paling tepat, yakni menggunakan blastosis awal yang terbelah menjadi tidak lebih dari empat sel terpisah. Blastosis merupakan embrio yang berkembang setelah sekitar lima hari pasca fertilisasi. 

Para ilmuwan mengambil tiap sel dari gumpalan lalu disatukan kembali bersama-sama, mencampur dan mencocokkan tiga dan enam individu untuk menciptakan 29 blastosis baru.

Para peneliti memilih 14 blastosis terkuat dan menanamkannya dalam kandungan lima induk monyet pengganti.

Hasilnya, kelima induk monyet hamil. Para peneliti menghentikan kehamilan tiga induk di antaranya untuk menguji fenomena chimerisme pada janinnya. "Dan kami akhirnya menemukannya," kata Mitalitov.

Segera setelah itu, seekor induk monyet sisanya didapati mengandung bayi kembar, belakangan diberi nama Roku dan Hex, dan seekor lainnya mengandung seekor bayi bernama Chimero. Ketiga bayi monyet chimeric tersebut berkelamin jantan, meski pengujian pada sel-sel mereka mengungkapkan bahwa ketiganya juga mengandung gen individu betina.

Mitalitov mengatakan, ketiga bayi monyet chimeric harus dibesarkan ibu angkat monyet. "Ibu mereka menolak mereka, mungkin merespons metode tidak alamiah yang digunakan untuk menciptakan mereka," ujar dia.

Para peneliti juga belum yakin benar apakah Roku, Hex, dan Chimero akan mampu bereproduksi. Butuh waktu empat sampai lima tahun bagi monyet rhesus untuk mencapai kematangan seksual.
Read more ...

Minggu, 20 Januari 2013

9 Kuil Terindah di Dunia, Prambanan Salah Satunya




1. Kuil Taktshang adalah kuil paling terkenal di Bhutan. Bisa jadi salah satunya karena keunikan lokasi kuil ini yang berada di bibir jurang setinggi 3120 meter (10.200 kaki), sebagian berada di 700 meter (2.300 kaki) di atas dasar lembah Paro, 10 kilometer dari kota kabupaten Paro. Biara ini memiliki tujuh candi yang dapat dikunjungi. Namun beberapa bagian biara sedang direnovasi karena rusak parah terbakar. Salah satu cara mencapai biara ini adalah dengan mendaki bukit karang.
2. Candi Buddha Wat Rong Khun di Chiang Rai, Thailand, modelnya tidak seperti candi konvensional. Candi ini dirancang oleh Chalermchai Kositpipat. Konstruksi dimulai tahun 1998 dan diharapkan akan berakhir pada 2008. Wat Rong Khun berbeda dari candi lainnya di Thailand,) dirancang dalam warna putih beberapa bagiannya menggunakan kaca putih. Warna putih dipakai untuk melambangkan kesucian Buddha, sementara penggunaan kaca berwarna putih melambangkan kebijaksanaan Sang Buddha yang menyinari seluruh muka bumi dan segalanya.
3. Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Tengah, Indonesia. Terletak sekitar 18 kilometer sebelah timur kota Yogyakarta. Candi adalah sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO dan merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan arsitekturnya yang tinggi dan runcing, khas arsitektur candi Hindu, dan dengan tinggi 47m.

4. Pagoda Shwedagon yang juga dikenal sebagai Golden Pagoda berada di Yangon, Burma . Stupa setinggi 98 meter (sekitar 321,5 kaki) disepuh warna keemasan. Candi yang terletak di sebelah barat Kandawgyi Lake, di Singuttara Hill, tampak menyolok di kaki langit kota.
5. Temple of Heaven, yang secara harfiah berarti altar surga adalah sebuah kompleks bangunan Tao terletak di tenggara kota Beijing, di Kabupaten Xuanwu. Setiap tahun Kaisar Ming dan Kaisar Dinasti Qing mengunjungi kKompleks candi ini untuk mengikuti upacara syukur atas panen yang baik. Candi ini dianggap candi Tao sekalipun yang datang ke sini bukan hanya mereka yang beragama Tao. Terutama raja-raja yang memerintah sebelum kepercayaan Taoisme masuk.
6. Chion’in Bait di Higashiyama-ku, Kyoto, Jepang adalah pusat dari Jodo Shu (Tanah Murni Sect) yang didirikan oleh Honen (1133-1212). Di ruang Chion yang sangat luas tempat di mana Honen menyebarkan ajaran-ajaran-Nya sampai akhir hayatnya.
7. Sri Harmandir Sahib or Darbar Sahib kerap disebut sebagai The Golden Temple atau Bait Allah. Di sinilah tempat ibadah paling penting dari kaum Sikhs dan salah satu kuil tertua Sikh gurdwaras. Kuil ini terletak di kota Amritsar, yang didirikan oleh Guru Ram Das, dikenal sebagai “Guru Di Nagri” artinya kota Guru Sikh.
8. Sri Ranganathaswamy Temple (Srirangam) –Menempati area seluas 156 acres (6,31,000 m²)membuat kuil ini menjadi salah ssatu yang terbesar di India dan salah satu komplek keagamaan yang terbesar di dunia. Namun faktanya, candi Srirangam dengan mudah disebut sebagai candi terbesar yang menjalankan kegiatan keagamaan Hindu di dunia (Angkor Wat menjadi yang terbesar tidak menjalankan fungsi kuil). Kuil ini ditutupi oleh tujuh dinding yang tingginya 32,592 feet or lebih dari 6 miles. Dinding-dinding ini tertutup 21 Gopurams (menara). Salah satu yang menakjubkan dari kuil ini adalah banyaknya pilar di dalamnya. Disebut ‘hall of 1000 pilars” (meski sebenarnya jumlahnya 953 pilar).
9. Angkor Wat (atau Angkor Vat), merupakan candi di kompleks Angkor, Kamboja, dibangun untuk Raja Suryavarman II di awal abad ke-12. Ia menjadikan candi tersebut sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota. Candi ini sejak pertama kali didirikan sampai sekarang menjadi pusat agama Hindu. Candi ini didedikasikan untuk Wishnu, Sang Buddha. Candi ini dibangun dengan gaya klasik arsitektur Khmer. Candi ini menjadi symbol Kamboja hal itu tergambar dengan dimasukkannya gambar candi ini pada bendera kebangsaan Kamboja. Dan yang pasti, Angkor Wat menjadi salah satu daya tarik datangnya turis ke negera ini.
Read more ...

Senin, 31 Desember 2012

7 Eksperimen Tergila di Dunia

1. Vladimir Demikhov (Pencangkokan Anjing Berkepala Dua)
Pada tahun 1954, ahli bedah Soviet Vladimir Demikhov, mengungkapkan karya terbesarnya kepada dunia. Seekor anjing berkepala dua. Kepala anak anjing telah dicangkokkan ke leher anjing gembala Jerman dewasa.

Kepala kedua akan mendapatkan sisa susu, bahkan tidak perlu makanan karena susu mengalir menuruni leher dari sambungna esofagus.

Meskipun akhirnya kedua binatang segera mati karena penolakan jaringan, itu tidak menghentikan Demikhov untuk menciptakan lebih dari 19 lagi anjing berkepala dua selama 15 tahun setelahnya.


2. Stubbins Ffirth (Demam Kuning Vomit-Minum Dokter)

Selama tahun 1800-an, seorang dokter di Philadelphia, Stubbins Ffirth, membentuk hipotesis bahwa penyakit kuning bukan penyakit menular, dan melanjutkan hipotesisnya dengan melakukan percobaan pada dirinya sendiri.

Awalnya dia menuangkan darah terinfeksi ke lukanya yang terbuka dan kemudian mencobanya dengan meminum darah terinfeksi tersebut.

Dia tidak jatuh sakit, namun hal ini bukan karena demam kuning tidak menular karena kemudian diketahui bahwa penularannya harus melalui suntikan langsung ke dalam aliran darah, atau biasanya melalui gigitan nyamuk.


3. Josef Mengele (Malaikat Kematian)

Joseph Mengele menjadi termasyhur karena menjadi salah satu dokter SS yang mengawasi pemilihan tahanan yang datang, menentukan siapa yang harus dibunuh dan siapa yang menjadi buruh paksa, dan untuk melakukan eksperimen manusia di kamp tahanan tersebut, orang-orang mengenal Mengele sebagai "Malaikat Maut".

Di Auschwitz, Mengele melakukan sejumlah kajian pada anak kembar. Setelah percobaan selesai, anak kembar ini biasanya dibunuh dan tubuh mereka dibedah.

Ia mengawasi sebuah operasi di mana dua anak Gipsi dijahit menjadi satu untuk menciptakan kembar siam, tangan anak-anak menjadi sangat terinfeksi di mana urat-urat mereka telah rusak. Mengele sangat fanatik dengan darah dari anak kembar, terutama yang kembar identik. Dia dilaporkan mengambil darah mereka sampai mati.

Tawanan Auschwitz Dekel Alex mengatakan:

“Saya tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa Mengele sendiri percaya dia melakukan pekerjaan yang serius, bukan dari cara dia kurang teliti tentang hal itu. Ia hanya menjalankan kekuasaannya. Mengele mengelola sebuah toko daging dan melakukan bedah utama yang dilakukan tanpa obat bius."

"Sekali waktu, saya menyaksikan sebuah operasi perut, Mengele menghapus potongan-potongan dari perut, tetapi tanpa obat bius. Di lain waktu, bagian hati yang dikeluarkan, lagi-lagi, tanpa obat bius. Saat itu mengerikan. Mengele adalah seorang dokter yang menjadi gila karena ia diberi kekuasaan."

"Tidak ada yang pernah bertanya kepadanya kenapa yang satu ini mati? Mengapa yang satu tidak mati? Para pasien tidak masuk hitungan. Dia mengaku melakukan apa yang ia lakukan atas nama ilmu pengetahuan, tetapi itu adalah bagian dari kegilaan."


4. Johann Conrad Dippel (Frankenstein asli)

Johann Conrad Dippel lahir dan besar di kastil Frankenstein, pada 1673 di sebuah tempat di dekat Darmstadt, Jerman. Dia dikatakan sebagai wujud asli dari novel Mary Shelley’s “Frankenstein”, meskipun gagasan itu tetap kontroversial.

Setelah mempelajari teologi, filsafat dan alkimia, ia menciptakan minyak binatang yang terbuat dari tulang, darah dan berbagai produk-produk hewani lainnya, yang dikenal sebagai Minyak Dippel yang diharapkan menjadi setara dengan mimpi para alkemis tentang “obat mujarab kehidupan”.

Dikatakan bahwa beberapa bagian dalam karyanya ini termasuk mendidihkan beragam bagian tubuh dalam tong-tong besar untuk membuat semacam ramuan gila.

Dippel dikenal sebagai penemu bahan kimia sintetis bernama Prussian Blue. Ia mengklaim pernah menciptakan cairan hidup abadi. Kabarnya, percobaannya itu terinspirasi oleh karakter yangs sesuai dengan nama kastil tempat ia lahir, Franskenstein.


5. Giovanni Aldini (Percobaan Listrik Pada Mayat)

Aldini adalah keponakan Luigi Galvani. Pamannya menemukan konsep galvanisme, saat melakukan percobaan dengan arus listrik pada kaki katak. Aldini mencoba melanjutkan percobaan tersebut lebih lanjut. Aldini melakukan percobaan pada mayat.

Di depan banyak orang, ia melakukan eksperimen pada tahanan yang dihukum gantung, George Forster. Dia menerapkan batang konduktor penghantar listrik pada rektum, hingga tahanan tersebut mulai meninju udara, dan kakinya mulai menendang dan tersentak.

Batang yang diterapakan pada wajah membuat mayat itu mengepalkan tangan dan gemetar. Mata kirinya terbuka. Dan Beberapa orang yang hadir takut mayat itu hidup kembali, dan jika benar maka ia harus kembali dieksekusi.

Satu orang penonton begitu ketakutan, dan tak lama setelah meninggalkan area tersebut, dia dilaporkan meninggal.


6. Sergei Bruyukhonenko (The Dog Decapitator)

Jauh sebelum Vladimir Demikhov, percobaan gila Bruyukhonenko pada anjing mengarah pada prosedur pengembangan jantung terbuka. Ia mengembangkan mesin kasar yang disebut autojektor (mesin jantung dan paru-paru).

Dengan menggunakan mesin primitif ini, Bryukhonenko menjaga beberapa kepala anjing tetap hidup. Pada tahun 1928, ia menunjukkan salah satu kepala di depan penonton.

Untuk membuktikan itu nyata, ia memukul-mukul palu di atas meja. Kepala itu tersentak. Ketika mata kepala anjing itu disinari cahaya, matanya berkedip.

Dan ketika diberi makan sepotong keju, sisanya segera keluar dari kerongkongan, yang membuat banyak penonton terpukau namun juga jijik dan tidak senang.


7. Andrew Ure (Jagal Skotlandia)

Andrew Ure, meskipun banyak prestasi sebagai dokter Skotlandia, dia lebih terkenal karena empat percobaan yang dilakukan pada Matius Clydesdale pada 4 November 1818.

Percobaan pertama melibatkan insisi di tengkuk. Bagian dari vertebra dihilangkan. Sebuah insisi kemudian dibuat di pinggul kiri. Kemudian potongan dibuat di bagian tumit.

Dua batang yang terhubung dengan baterai ditempatkan di leher dan pinggul, yang menyebabkan kejang-kejang tak terkendali.

Batang kedua kemudian ditempatkan di tumit, dimana kaki kiri menendang dengan begitu kuat, sehingga hampir membuat roboh asistennya. Percobaan kedua membuat diafragma dari dada Forster naik turun, seolah-olah ia bernapas lagi.
Read more ...